Wabup H. Yus Derahman: Tradisi Khitanan Massal Ranggi Asam Harus Terus Dilestarikan sebagai Warisan Budaya Bangka Barat

Khitanan Massal bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi memiliki tujuan besar untuk menjaga kelestarian budaya lokal sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga, keluarga besar Ranggi Asam, maupun masyarakat yang datang dari berbagai daerah.

Fotografer : Dedra Helen

BANGKA BARAT – Pemerintah Desa Ranggi Asam, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat menggelar Pesta Adat Khitanan Massal Pada Sabtu, 11 Juli 2026

Acara yang mengusung tema "Melalui Pesta Adat Ini, Kita Kuatkan Semangat Kebersamaan Guna Menciptakan Generasi Penerus Ranggi Asam Yang Beriman, Berakhlak Dan Bermasyarakattanpa Melupakan Budaya Dan Sejarah Desanya"

 di sambut antusias oleh masyarakat setempat.

Pada kesempatan ini terdapat 18 anak yang di khitan, yang terdiri dari 7 anak perempuan dan 11 anak laki-laki.

Wakil Bupati Bangka Barat, H. Yus Derahman, dalam kesempatan ini mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi Khitanan Massal yang menjadi warisan budaya masyarakat Desa Ranggi Asam. 

Dalam sambutannya disampaikan bahwa tradisi Khitanan Massal merupakan adat tahunan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Ranggi Asam. 

"Esensi tradisi seperti mandi suci menggunakan jeruk nipis, ritual tolak bala, hingga arak-arakan tetap dijaga sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Ranggi Asam," ujarnya

Menurutnya, penyelenggaraan Khitanan Massal bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi memiliki tujuan besar untuk menjaga kelestarian budaya lokal sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga, keluarga besar Ranggi Asam, maupun masyarakat yang datang dari berbagai daerah.

Selain memiliki nilai budaya, Desa Ranggi Asam juga dinilai memiliki potensi wisata berbasis budaya. Kuliner khas seperti Dodol Ranggi disebut memiliki peluang besar untuk semakin dikenal sebagai salah satu produk unggulan Bangka Barat yang dapat menarik minat wisatawan.

Pada tahun 2026, kegiatan adat di Desa Ranggi Asam mendapat dukungan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat dengan alokasi anggaran sebesar Rp20 juta dalam program Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK).

Melalui dukungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat berharap penyelenggaraan tradisi Khitanan Massal dapat terus berlanjut dari tahun ke tahun serta menjadi salah satu daya tarik pariwisata berbasis budaya yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menutup sambutannya, H. Yus Derahman mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga semangat persatuan dan gotong royong dalam merawat tradisi leluhur sebagai warisan yang akan diteruskan kepada generasi mendatang. 

 

Penulis : Risa

LINK TERKAIT