Bunda Literasi Kabupaten Bangka Barat, Ny. Evi Astura Markus, melakukan kunjungan kerja strategis ke Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia di Jakarta
Fotografer : Muhammad Yaser Iqbal
Jakarta, Diskominfo Bangka Barat – Dalam upaya memperkuat ekosistem literasi hingga ke tingkat akar rumput, Bunda Literasi Kabupaten Bangka Barat, Ny. Evi Astura Markus, melakukan kunjungan kerja strategis ke Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia di Jakarta (6/7).
Dalam kunjungan ini, Ny. Evi Astura Markus didampingi langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Bangka Barat, Farouq Yohansyah, serta sejumlah Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Pengelola Perpustakaan Desa di wilayah setempat.
Kehadiran rombongan disambut langsung oleh Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar, didampingi Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus, Nani Suryani. Turut hadir menyambut, Ketua Kelompok Substansi Layanan Monograf Mutakhir, Atis Taufik Abdul Rahman, serta Ketua Kelompok Pembinaan Institusi Sosial Penggerak Literasi, Endy Santoso.
Pertemuan tersebut mendiskusikan sejumlah agenda krusial, salah satunya mengenai pemanfaatan Dana Desa untuk pengembangan perpustakaan. Langkah ini mengacu pada regulasi yang telah diatur oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Menteri PDTT), yang memungkinkan penguatan fasilitas literasi di tingkat desa menggunakan anggaran desa.
Selain membahas optimalisasi regulasi tersebut, kunjungan ini juga mengulas berbagai program bantuan yang telah disalurkan oleh Perpusnas untuk Kabupaten Bangka Barat selama ini. Pihak Perpusnas mendorong agar Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka Barat terus mendongkrak nilai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM). Dalam hal ini, peran Bunda Literasi dinilai sangat sentral sebagai role model sekaligus motor penggerak kesadaran membaca di masyarakat.
Kabupaten Bangka Barat sendiri dikenal sebagai salah satu daerah yang berkomitmen tinggi dan aktif dalam menggalakkan kegiatan literasi sejak tahun 2018. Atas konsistensi tersebut, Perpusnas meminta jajaran pemerintah daerah dan penggiat literasi Bangka Barat untuk terus meningkatkan sinergi erat dengan Perpusnas di masa-masa mendatang.
Diskusi ini juga membedah berbagai bentuk kegiatan konkret yang bisa diadopsi oleh perpustakaan dalam menjalankan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).
Melalui ruang dialog ini, para pengelola perpustakaan desa dan perangkat desa yang hadir mendapatkan inspirasi serta pengetahuan baru mengenai manajemen layanan perpustakaan. Perpustakaan desa diharapkan tidak hanya menjadi tempat meminjam buku, melainkan bertransformasi menjadi wadah peningkatan keterampilan yang mampu menunjang kesejahteraan ekonomi dan pendidikan masyarakat setempat.
Penulis : Muhammad Yaser Iqbal